{"id":921,"date":"2026-10-14T22:43:18","date_gmt":"2026-10-14T22:43:18","guid":{"rendered":"https:\/\/receh.my.id\/blog\/?p=921"},"modified":"2026-10-14T22:43:18","modified_gmt":"2026-10-14T22:43:18","slug":"untung-rugi-jualan-online-ongkir-iklan-gratis-ongkir","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/receh.my.id\/blog\/untung-rugi-jualan-online-ongkir-iklan-gratis-ongkir\/","title":{"rendered":"Untung Rugi Jualan Online Setelah Ongkir, Iklan, dan Gratis Ongkir"},"content":{"rendered":"<p>Suatu pagi, kamu baru selesai menyiapkan sarapan bubur untuk si kecil, lalu sambil menggendongnya ke ruang tamu kamu menyalakan laptop untuk cek order di marketplace. Di sela-sela mengajak bayi bermain, notifikasi order baru masuk, dan kamu harus segera memikirkan biaya ongkir, iklan, bahkan program gratis ongkir yang baru saja diaktifkan.<\/p>\n<p>Berapa sebenarnya untung yang kamu dapatkan setelah semua biaya itu masuk? Artikel ini menjawab pertanyaan-pertanyaan umum yang sering kamu tanyakan, lengkap dengan contoh angka dan langkah praktis yang bisa langsung dipraktikkan.<\/p>\n<h2>Apa saja biaya yang harus aku hitung biar tahu untung bersih jualan online?<\/h2>\n<p>Seringkali penjual baru hanya menghitung selisih antara harga jual dan harga beli produk. Padahal, ada beberapa biaya \u201ctersembunyi\u201d yang harus masuk ke perhitungan:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Ongkos kirim (ongkir) ke pembeli<\/strong> \u2013 baik yang kamu bayar maupun yang dibebankan ke pembeli.<\/li>\n<li><strong>Biaya iklan<\/strong> \u2013 CPC (cost per click), CPM (cost per mille), atau biaya influencer.<\/li>\n<li><strong>Gratis ongkir<\/strong> \u2013 jika kamu menawarkan \u201cgratis ongkir\u201d, berarti kamu menanggung biaya kirim.<\/li>\n<li><strong>Biaya packaging<\/strong> \u2013 kotak, bubble wrap, label, dan stiker.<\/li>\n<li><strong>Biaya retur atau refund<\/strong> \u2013 ongkir balik, barang yang tidak dapat dijual kembali.<\/li>\n<li><strong>Fee marketplace<\/strong> \u2013 potongan persentase per transaksi.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Catat semua item di atas di aplikasi Receh agar tidak terlewat. Kamu bisa buat kategori \u201cBiaya Operasional\u201d dan menambahkan sub\u2011kategori sesuai kebutuhan.<\/p>\n<p><figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/receh.my.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/untung-rugi-jualan-online-ongkir-iklan-gratis-ongk-1.jpg\" alt=\"Ibu muda mengasuh balita sambil kerja di laptop\"\/><\/figure>\n<\/p>\n<h2>Kalau pakai layanan \u201cgratis ongkir\u201d, untungnya berkurang berapa persen?<\/h2>\n<p>Misalkan kamu jual kaos dengan harga jual Rp150.000, biaya produksi Rp70.000, dan biaya ongkir normal ke pembeli Rp15.000. Tanpa gratis ongkir, profit kotor adalah:<\/p>\n<pre>Rp150.000 \u2013 (Rp70.000 + Rp15.000) = Rp65.000<\/pre>\n<p>Jika kamu tawarkan gratis ongkir, kamu harus menanggung Rp15.000 tersebut. Profit kotor menjadi:<\/p>\n<pre>Rp150.000 \u2013 (Rp70.000 + Rp15.000) = Rp65.000 \u2192 Rp65.000 \u2013 Rp15.000 (ongkir yang kamu tanggung) = Rp50.000<\/pre>\n<p>Jadi margin turun dari 43\u202f% menjadi 33\u202f% (penurunan 10 poin persentase). Untuk mengimbangi, kamu bisa:<\/p>\n<ol>\n<li>Naikkan harga jual sedikit (misal Rp160.000) dan hitung kembali.<\/li>\n<li>Gunakan layanan kurir yang lebih murah (misal Rp10.000) bila volume cukup.<\/li>\n<li>Batasi wilayah gratis ongkir hanya ke area terdekat.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Intinya, setiap kali kamu menambahkan \u201cgratis ongkir\u201d, pastikan nilai tambahan tersebut tercermin dalam harga jual atau biaya lainnya.<\/p>\n<p><figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/receh.my.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/untung-rugi-jualan-online-ongkir-iklan-gratis-ongk-2.jpg\" alt=\"Kurir sepeda motor mengantar paket ke rumah\"\/><\/figure>\n<\/p>\n<h2>Bagaimana cara menghitung total biaya iklan di Instagram atau TikTok?<\/h2>\n<p>Biaya iklan biasanya dihitung per klik (CPC) atau per seribu tayangan (CPM). Contoh sederhana:<\/p>\n<ul>\n<li>Kamu menghabiskan Rp200.000 untuk iklan Instagram dengan CPC rata\u2011rata Rp2.000.<\/li>\n<li>Itu berarti iklan menghasilkan <strong>100 klik<\/strong> (200.000 \u00f7 2.000).<\/li>\n<li>Dari 100 klik, konversi menjadi pembeli adalah 5\u202f% (asumsi), jadi ada 5 penjualan.<\/li>\n<li>Jika setiap penjualan menghasilkan profit bersih Rp50.000 (setelah semua biaya lain), total profit dari iklan = 5 \u00d7 50.000 = Rp250.000.<\/li>\n<li>ROI iklan = (Profit \u2013 Biaya Iklan) \u00f7 Biaya Iklan \u00d7 100\u202f% = (250.000 \u2013 200.000) \u00f7 200.000 \u00d7 100\u202f% = 25\u202f%.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Jika ROI di bawah 20\u202f%, kamu mungkin perlu meninjau target audience atau kreatif iklan. Semua data iklan bisa kamu ekspor ke CSV, lalu masukkan ke Receh untuk menggabungkan dengan biaya lainnya.<\/p>\n<p><figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/receh.my.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/untung-rugi-jualan-online-ongkir-iklan-gratis-ongk-3.jpg\" alt=\"Layar dashboard iklan online di komputer\"\/><\/figure>\n<\/p>\n<h2>Apa yang harus aku perhitungkan kalau ada biaya retur atau refund?<\/h2>\n<p>Retur memang tidak bisa dihindari, terutama kalau jualan pakaian atau mainan anak. Berikut langkah praktis:<\/p>\n<ol>\n<li><strong>Catat nilai barang yang diretur<\/strong> (harga jual yang harus dikembalikan).<\/li>\n<li><strong>Hitung ongkir balik<\/strong> \u2013 biasanya sama dengan ongkir ke pembeli.<\/li>\n<li><strong>Kurangi biaya packing ulang<\/strong> (jika ada).<\/li>\n<li>Masukkan semua angka ke Receh sebagai \u201cBiaya Retur\u201d.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Contoh: Satu kaos diretur senilai Rp150.000, ongkir balik Rp15.000, dan biaya packing Rp2.000. Total biaya retur = Rp167.000. Jika sebelumnya profit kotor dari penjualan itu Rp65.000, maka kerugian bersih = Rp102.000.<\/p>\n<p>Dengan mencatat tiap retur, kamu bisa menghitung rata\u2011rata persentase retur per bulan (misal 3\u202f% dari total order) dan menyesuaikan kebijakan (misal hanya terima retur dalam 7 hari).<\/p>\n<p><figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/receh.my.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/untung-rugi-jualan-online-ongkir-iklan-gratis-ongk-4.jpg\" alt=\"Tangan memegang uang tunai dan kwitansi\"\/><\/figure>\n<\/p>\n<h2>Bagaimana cara mencatat semua pengeluaran ini supaya tidak kebingungan?<\/h2>\n<p>Receh memungkinkan kamu mencatat transaksi lewat Telegram, jadi tidak perlu lagi buka spreadsheet yang ribet. Langkah mudahnya:<\/p>\n<ol>\n<li>Ketik <code>\/tambah<\/code> di chat Receh, pilih kategori \u201cBiaya Operasional\u201d.<\/li>\n<li>Pilih sub\u2011kategori: \u201cOngkir\u201d, \u201cIklan\u201d, \u201cRetur\u201d, atau \u201cPackaging\u201d.<\/li>\n<li>Masukkan nominal, tanggal, dan keterangan singkat (misal \u201cOngkir JNE Bandung\u201d).<\/li>\n<li>Setiap akhir minggu, lihat ringkasan bulanan di dashboard Receh untuk cek total biaya.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Dengan data yang terpusat, kamu bisa langsung menghitung profit bersih: <strong>Penjualan \u2013 (Biaya Produksi + Semua Biaya Operasional)<\/strong>. Jika profit turun di bawah target (misal 30\u202f% margin), kamu tahu persis komponen mana yang perlu dipotong.<\/p>\n<p>Untuk mulai, kunjungi <a href=\"https:\/\/fin.receh.my.id\">https:\/\/fin.receh.my.id<\/a> dan ikuti panduan singkatnya.<\/p>\n<p><figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/receh.my.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/untung-rugi-jualan-online-ongkir-iklan-gratis-ongk-5.jpg\" alt=\"Meja kerja rumah dengan mainan balita\"\/><\/figure>\n<\/p>\n<h2>Bagaimana cara menyesuaikan harga jual supaya tetap kompetitif tapi tetap untung?<\/h2>\n<p>Gunakan rumus sederhana:<\/p>\n<pre>Harga Jual = (Biaya Produksi + Total Biaya Operasional per unit + Margin Target)<\/pre>\n<p>Contoh:<\/p>\n<ul>\n<li>Biaya produksi kaos = Rp70.000.<\/li>\n<li>Biaya operasional per unit (ongkir, iklan, packaging, retur rata\u2011rata) = Rp20.000.<\/li>\n<li>Margin target = 30\u202f% dari total biaya (70.000 + 20.000 = 90.000 \u2192 30\u202f% = 27.000).<\/li>\n<\/ul>\n<p>Maka Harga Jual = 90.000 + 27.000 = Rp117.000. Karena kamu biasanya jual di kisaran Rp150.000, kamu masih punya ruang untuk promo atau diskon tanpa merusak profit.<\/p>\n<p>Jika kompetitor menjual lebih murah, pertimbangkan nilai tambah (misal \u201cgratis ongkir untuk wilayah X\u201d atau \u201cbahan organik\u201d). Nilai tambah dapat menjustifikasi harga sedikit lebih tinggi.<\/p>\n<h2>Ada tips khusus buat orang tua muda yang harus bagi waktu antara jualan dan mengasuh balita?<\/h2>\n<p>Berikut beberapa trik yang membantu:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Batching pekerjaan<\/strong>: Sisihkan satu jam di pagi hari (setelah si kecil tidur siang) untuk upload foto produk sekaligus. Selanjutnya, gunakan waktu lain untuk cek iklan.<\/li>\n<li><strong>Gunakan timer<\/strong> 25 menit (metode Pomodoro) supaya fokus penuh tanpa terganggu mainan.<\/li>\n<li><strong>Manfaatkan layanan fulfillment<\/strong> bila volume penjualan mulai meningkat; ini mengurangi beban packing dan ongkir.<\/li>\n<li><strong>Catat semua pengeluaran real\u2011time di Receh<\/strong> lewat Telegram, jadi tidak perlu menunggu akhir minggu untuk mengumpulkan bukti.<\/li>\n<\/ul>\n<h2>Bagaimana cara mengevaluasi profit tiap bulan supaya bisnis tetap sehat?<\/h2>\n<p>Setelah semua transaksi tercatat di Receh, lakukan tiga langkah evaluasi:<\/p>\n<ol>\n<li><strong>Rata\u2011rata profit per produk<\/strong>: Total profit \u00f7 jumlah unit terjual.<\/li>\n<li><strong>Persentase biaya operasional<\/strong>: Total biaya operasional \u00f7 total penjualan \u00d7 100\u202f%.<\/li>\n<li><strong>Trend margin<\/strong>: Bandingkan margin bulan ini dengan bulan sebelumnya. Jika turun >5\u202fpoin, selidiki penyebab (misal kenaikan ongkir atau iklan).<\/li>\n<\/ol>\n<p>Gunakan data tersebut untuk menyesuaikan harga, mengoptimalkan iklan, atau meninjau kembali program gratis ongkir.<\/p>\n<h2>Apakah ada cara mengurangi biaya iklan tanpa mengorbankan penjualan?<\/h2>\n<p>Ya, beberapa strategi yang terbukti efektif:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Retargeting<\/strong> \u2013 fokuskan anggaran pada orang yang sudah pernah mengunjungi toko kamu, biayanya biasanya lebih rendah per konversi.<\/li>\n<li><strong>Kolaborasi mikro\u2011influencer<\/strong> yang memiliki follower 1\u20115\u202fribuan; mereka biasanya menawarkan tarif lebih murah dengan engagement tinggi.<\/li>\n<li><strong>Konten organik<\/strong> \u2013 manfaatkan reels atau TikTok dengan tren yang relevan, sehingga biaya promosi berkurang.<\/li>\n<li><strong>Analisis jam tayang<\/strong> \u2013 jalankan iklan di jam-jam yang paling banyak konversi (misal sore setelah jam kerja orang tua).<\/li>\n<\/ul>\n<p>Setelah mengubah strategi, catat kembali biaya iklan di Receh dan bandingkan ROI baru dengan yang lama.<\/p>\n<h2>Kesimpulan: Apa langkah pertama yang paling penting?<\/h2>\n<p>Mulailah mencatat semua pengeluaran (ongkir, iklan, gratis ongkir, retur, packaging) di Receh secara real\u2011time. Tanpa data yang akurat, kamu tidak akan pernah tahu apakah bisnis memang menguntungkan atau malah merugi. Dari situ, kamu bisa menyesuaikan harga, mengoptimalkan iklan, dan tetap menjaga keseimbangan antara waktu bersama si kecil dan mengembangkan usaha.<\/p>\n<p>Selamat mencoba! Jika ada pertanyaan lebih lanjut, chat saja Receh lewat Telegram, kami siap membantu.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Cari tahu berapa untung sebenarnya jualan online bila sudah hitung biaya ongkir, iklan, dan program gratis ongkir. Langkah praktis untuk orang tua muda yang ingin kelola keuangan bisnis kecil.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":915,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"default","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"footnotes":"","rank_math_title":"Untung Rugi Jualan Online Setelah Ongkir, Iklan, dan Gratis Ongkir","rank_math_description":"Cari tahu berapa untung sebenarnya jualan online bila sudah hitung biaya ongkir, iklan, dan program gratis ongkir. Langkah praktis untuk orang tua muda yang ingin kelola keuangan bisnis kecil.","rank_math_focus_keyword":"untung rugi jualan online"},"categories":[2],"tags":[198,195,197,85,196],"class_list":["post-921","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-tips-keuangan","tag-iklan-digital","tag-jual-online","tag-ongkir","tag-orang-tua-muda","tag-profit-bisnis"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/receh.my.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/921","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/receh.my.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/receh.my.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/receh.my.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/receh.my.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=921"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/receh.my.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/921\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1083,"href":"https:\/\/receh.my.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/921\/revisions\/1083"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/receh.my.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/915"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/receh.my.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=921"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/receh.my.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=921"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/receh.my.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=921"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}